Ragam Kesenian Suku Batak Yang Unik Hingga Saat Ini

Kesenian suku Batak adalah bagian dari budaya yang ada di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Suku Batak juga mendiami wilayah yang luas seperti tepian Danau Toba, Pulau Samosir sampai ke dataran tinggi Silindung.

Hampir semua sub suku memiliki kesenian yang unik dan berbeda dari sub suku lainnya. Suku Batak Toba juga memiliki kesenian yang sangat beragam.

Mulai dari seni tarian, seni musik, berbagai alat musik, seni kerajinan, seni rupa dan ragam lainnya. Sehingga menyatu dalam adat istiadat sampai sisi religi masyarakat Batak Toba.

Keunikan dari kesenian suku Batak ini adalah ciri khas yang harus dijaga dan dilestarikan sampai kapan pun. Sehingga generasi masa depan harus mengetahui dan bangga akan kesenian nusantara.

Dengan ragam kesenian suku Batak yang unik di mata dunia, sehingga banyak mengundang ketertarikan wisatawan dari luar Sumatera Utara maupun luar negeri yang selalu berkunjung kesana.

Paling uniknya adalah walaupun saat ini zaman sudah semakin modern, ragam seni itu masih tetap bertahan dan awet. Bahkan sudah menjadi tujuan penting dalam perjalanan destinasi pariwisata ke Danau Toba.

Tentu saja banyak cara untuk melestarikan kesenian suku Batak, misalnya dari komunitas suku Batak yang rajin mensosialisasikannya ke media sosial. Jadi, tidak susah untuk melestarikannya. Bahkan, sosialisasi saat ini sudah lebih mudah dan murah.

9 Ragam Kesenian Suku Batak

Berikut ini adalah ragam kesenian suku Batak yang unik hingga saat ini adalah sebagai berikut:

1. Seni Tarian

Tarian adalah salah satu ciri khas suku Batak yaitu tari Tor-tor. Tari tor-tor adalah salah satu kesenian yang paling terkenal dalam kebudayaan masyarakat Batak Toba. Tor-tor selalu diiringi dengan gondang (gendang) dan merupakan budaya Batak yang tertua.

Pada dasarnya tor-tor adalah ibarat keagamaan dan bersifat sakral, bukan semata-mata seni. Setiap upacara adat juga memiliki ciri khas tor-tor yang berbeda sesuai dengan tema upacara yang dilakukan.

Biasanya tari tor-tor ini dipersembahkan untuk pasangan pengantin yang akan menikah atau biasa disebut Horja Godang Haroan Boru.

Kesenian tari tor-tor terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  • Pangurdot : Anggota badan yang bergerak adalah kaki, tumit dan bahu.
  • Pangeal : Anggota badan yang bergerak adalah pinggang dan bahu.
  • Pandenggal :Anggota badan yang bergerak adalah lengan dan telapak tangan.
  • Siangkupna : Anggota badan yang bergerak hanya leher.
  • Hapunana : Anggota badan yang bergerak hanya wajah.

2. Seni Musik

Suku Batak memiliki seni musik yang biasa disebut dengan ogung (gondang sabangunan). Dalam melantunkan musik akan diiringi empat gendang dan lima taganing (gamelan Batak).

Gendang ogung juga memiliki nama lain yaitu oloan, ihutan, doal dan panggora. Sejumlah alat musik juga menjadi bagian dalam pelaksanaan upacara ritual dan upacara adat dalam budaya masyarakat Batak Toba.

Masyarakat Batak juga membedakan peralatan musik dalam dua golongan besar, seperti Gondang Bolon (gendang besar), taganing (gendang sedang) dengan lima lempeng kayu, odap-odap (gendang kecil) yang diganti dengan lempengan logam.

Misalnya gondang sabangungan dan gondang hasapi. Kedua alat musik tersebut adalah milik Mulajadi Nabolon, sehingga harus dimainkan untuk menyampaikan bentuk permohonan kepada sang dewa.

3. Seni Patung

Suku Batak juga memiliki peninggalan-peninggalan kebudayaan megalitik hingga saat ini yang masih banyak ditemui.

Misalnya batu berdiri (menhir) dan batu-batu yang disusun seperti meja batu (dolmen), yang terletak di dekat batu-batu kecil (kursi) yang digunakan sebagai tempat pertemuan.

Misalnya di Ambarita (Samosir) dan Sarchopagus atau keranda. Menurut kepercayan suku Batak saat itu, kursi batu adalah tempat para arwah leluhur mereka. Karena terdapat penghormatan kepada leluhur.

4. Seni Kerajinan Ulos

Kesenian yang ada di wilayah Batak adalah seni menenun. Kalau bahasa batak martonun artinya melatih dalam membuat kain ulos dengan alat tenun tradisional.

Kesenian ini adalah satu seni kerajinan dalam tradisi adat Batak Toba yang masih ada sampai saat ini.

Kesenian ini bisa ditemukan di pedalaman Pulau Samosir dan di sekitar Danau Toba. Membuat kain tenun adalah kegiatan rutin masyarakat Batak. Kain ulos Batak ini sudah sangat terkenal.

Bukan hanya karena corak yang unik saja, namun ulos ini juga sangat populer dengan kualitasnya yang tinggi. Tradisi menenun ulos ini juga merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang masyarakat Batak sampai saat ini dan masih terus dilestarikan.

Ulos juga memiliki beberapa jenis dan fungsinya, antara lain:

  • Ulos lobu-lobu adalah ulos ayah untuk putra dan menantu di hari pernikahan.
  • Ulos hela adalah ulos pemberian dari orang tua pengantin perempuan.
  • Ulos tondi adalah ulos pemberian dari orang tua buat putrinya saat sedang hamil tua.
  • Ulos tujung adalah ulos untuk janda atau duda.
  • Ulos Saput adalah ulos penutup jenazah dari paman almarhum kalau yang meninggal laki-laki.

5. Bahasa Batak

Dalam kehidupan sehari-hari, suku Batak memakai beberapa logat seperti logat Karo yang dipakai oleh suku Karo, logat Pakpak yang dipakai oleh suku Pakpak, logat Simalungun yang dipakai oleh suku Simalungun dan logat lainnya.

6. Rumah Adat Batak

Salah satu ciri khas rumah adat masyarakat Batak Toba bisa dilihat dari desain rumah yang memiliki kolong dan bertangga. Rumah adat dalam bahasa batak disebut juga jabu atau bagas. Rumah adat Batak selalu melukiskan alam kosmos.

Rumah bagian pertama disebut dengan bara, tombara (kolong) rumah berfungsi untuk kandang ternak seperti kerbau, ayam atau sapi. Ternak itu adalah sahabat manusia yang ikut membantu dalam usaha pertanian.

7. Seni Upacara Pernikahan

Dalam adat batak Toba pernikahan harus diresmikan secara adat sesuai dengan adat dalihan natolu, yaitu Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru. Pernikahan di masyarakat batak sangat kuat adatnya, sehingga susah untuk bercerai.

Karena pernikahan tersebut banyak sekali orang yang bertanggung jawab dan terlibat di dalamnya.

Suku batak juga sangat kaya akan keseniannya. Hanya saja butuh waktu untuk mengeksplor kesenian suku Batak secara lengkap.

8. Seni Rupa Pahat (Gorga)

Seni rupa atau pahat adalah salah satu kesenian masyarakat Batak Toba. Ukiran-ukiran berisi gorga atau ornamen rumah adat menjadi bukti keindahan dari seni rupa suku Batak. Sedangkan lukisan-lukisan tradisional bisa dilihat dari banyaknya alat tradisional.

Misalnya sior dan hujur (panah), losung gaja (lesung besar),  parpagaran dan sigale-gale (alat untuk memanggil kekuatan gaib). Semua ragam kesenian ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan suku Batak, sehingga kesenian ini tetap hidup dalam tatanan adat istiadat.

9. Seni Sastra

Seni sastra saat ini sudah banyak yang berkembang di masyarakat Batak Toba, seperti sastra lisan dan sastra tulisan. Selain itu, ragam cerita rakyat seperti cerita Batu Gantung dan terjadinya Danau Toba yang sudah melegenda.

Terdapat pula pantun-pantun yang disebut sebagai umpasa ke dalam budaya masyarakat Toba. Semua seni sastra tersebut memiliki maknanya tersendiri dalam kehidupan mereka.

Demikianlah pembahasan mengenai ragam kesenian suku Batak yang unik hingga saat ini.

Walaupun berada dalam satu rumpun yaitu Sumatera Utara, faktanya tidak membatasi kreativitas masyarakat untuk mengeksplorasi nilai-nilai luhur yang dianut menjadi ragam kesenian yang berbeda-beda.

Leave a Reply

Your email address will not be published.