Daya Tarik Adat Istiadat Suku Sunda Dan Kebudayaannya

Adat istiadat suku Sunda dan ragam kebudayaannya adalah bagian dari kebudayaan nusantara. 

Suku-suku bangsa dan adat istiadat adalah bukti bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya bukan hanya sumber daya dan panorama alam yang indah, tapi juga kebudayaan suku bangsa yang tersebar di seantero nusantara. 

Kebudayaan tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan bisa menarik perhatian wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara. Sehingga bisa bermanfaat sebagai objek wisata penghasil devisa. 

Suku Sunda adalah kelompok etnis yang masyarakatnya mendiami wilayah barat Pulau Jawa. Penyebaran suku Sunda juga sudah meluas sampai ke wilayah Betawi. 

Adat istiadat suku Sunda berlaku dalam kehidupan sosial, misalnya dalam acara pernikahan, dalam keluarga dan hubungan persaudaraan dan cara masyarakat memeriahkan acara tertentu. 

Budaya Sunda dikenal sebagai budaya yang memiliki sikap sopan santun dan menjunjung tinggi adat istiadat. 

Karakteristik dan kepribadian masyarakat Sunda juga dikenal dengan sikapnya yang ramah-tamah, murah senyum, lemah lembut, periang dan sangat hormat kepada orang tua. 

Suku Sunda juga memiliki filosofi hidup, yaitu bersikap baik, melayani dan menjamu dan menyenangkan semua orang. Hal ini menjadi bentuk pengaplikasian masyarakat terhadap setiap perilaku dan tindakan di lingkungan setempat. 

Ciri khas masyarakat Sunda dalam berkomunikasi sering memakai bahasa punten dan mangga. Maksudnya punten adalah rendah hati dan mangga artinya sebagai bentuk mempersilahkan, ajakan dan memohon.

Masyarakat suku Sunda juga memiliki tarian tradisional seperti Tari Jaipong dan Tari Topeng. Kedua tarian ini diiringi musik tradisional Degung berirama rancak hasil paduan sejumlah alat musik tradisional seperti kecapi, gendang dan saron. 

Selain musiknya yang sangat rancak, pakaian penari juga memiliki warna-warna yang cerah dan gerakan yang dinamis. Tarian ini adalah hasil modifikasi dari Tari Ketuk dan biasanya akan dibawa ketika acara pernikahan atau pentas seni hiburan.

Selain tarian tradisional, daya tarik adat istiadat suku Sunda dan ragam budayanya terdapat pada upacara-upacara adat berikut ini:

1. Upacara Pernikahan

Upacara adat pernikahan Sunda terdiri atas beberapa rangkaian yang merupakan satu kesatuan bangsa yaitu:

  • Sawer, pengantin pria dan wanita duduk di halaman rumah tepat di bawah tempat pembuangan air hujan dari atap rumah. 

Dalam acara ini orang tua pengantin melakukan saweran yang terdiri atas kembang setaman, beras kuning, uang koin dan permen. Biasanya isi saweran tersebut akan diperebutkan oleh anak-anak kecil yang ikut menyaksikan jalannya upacara. 

  • Meuleum Harupat, adalah upacara yang melambangkan harapan supaya pengantin terhindar dari godaan dan dimudahkan mengatasi permasalahan dalam pernikahan.

Biasanya upacara ini dilakukan dengan membakar tangkai bunga pinang kering dan apinya ditiup bersama oleh pengantin pria dan wanita.

2. Upacara Adat Seren Taun

Upacara Adat Seren Taun ini adalah upacara tradisional khas Jawa Barat yang eksis sampai saat ini. Dimana inti dari upacara ini adalah mengangkut padi dari sawah ke lumbung padi dengan menggunakan pikulan khusus yang biasa disebut dengan rengkong. 

Upacara adat seren taun ini yaitu dengan membawa hasil tani sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas kehadiran para pejabat setempat. 

Karena sudah menyampaikan berita gembira mengenai keberhasilan panen padi (hasil tani), dan juga kesejahteraan masyarakat yang dicapai dalam kurun waktu yang sangat lama. 

Kegiatan ini memiliki ciri khas yaitu dengan prosesi seba atau bisa diartikan semacam menyampaikan semua hasil tani yang sudah dicapai untuk bisa dinikmati oleh pejabat-pejabat setempat yang datang di acara tersebut. 

3. Upacara Adat Pesta Laut

Masyarakat Sunda memiliki tradisi yang unik yang disebut sebagai Adat Pesta Laut. Tradisi ini juga layak menjadi tradisi yang mencerahkan, khususnya bagi para pemuda Sunda supaya lebih mengenal adat istiadat daerah dan bangsanya sendiri. 

Biasanya, ritual Pesta Laut dilakukan di Pantai seperti di Pelabuhan Ratu dan Pangandaran. Tujuannya adalah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan karena sudah memberikan anugerah hasil tangkapan ikan yang banyak. 

Selain itu, tradisi ini menjadi pengharapan supaya nelayan senantiasa mendapatkan keselamatan ketika sedang berada di tengah laut. 

4. Upacara Sepitan / Sunatan

Upacara sepitan atau sunatan adalah adat Sunda yang masih dilestarikan sampai saat ini. Tujuannya adalah supaya alat vital pengantin sunat menjadi bersih dari semua kotoran. Kalau untuk wanita biasanya dilakukan saat masih bayi agar tidak malu. 

Pada kepercayaan agama Islam, seorang anak yang sudah melaksanakan ritual sunat berarti sudah melaksanakan salah satu syariat sebagai umat Islam. Pelaksanaan upacara ini pada anak laki-laki biasanya dilakukan ketika menginjak umur 6 tahun.

Biasanya di acara sunatan, mereka melakukan kenduri kecil-kecilan dengan kesenian seperti Tanjidor, Ondel-ondel dan sejenisnya. 

5. Upacara Tingkeban

Upacara tingkeban adalah salah satu adat istiadat suku Sunda yaitu sebuah upacara yang dilaksanakan ketika seorang ibu mengandung 7 bulan. Hal ini bertujuan sebagai bentuk permohonan atas keselamatan bagi sang bayi dan ibu yang melahirkan. 

Arti dari kata tingkeban berasal dari kata tingkeb, artinya adalah sang ibu yang sedang mengandung selama 7 bulan tidak boleh bercampur dengan suaminya selama 40 hari setelah persalinan. 

Hal ini sebagai tanda supaya sang ibu tidak boleh bekerja terlalu berat karena bayi yang dikandung sudah besar. Masyarakat Sunda melakukan hal ini karena ingin menghindari segala hal buruk yang tidak diinginkan. 

6. Tradisi Papadangan

Di Sunda tradisi papadangan ini masih tetap terjaga kelestariannya. Kebudayaan ini identik dengan jiwa sosial masyarakat Sunda yang sangat tinggi. Sehingga pemerintah setempat pun berharap kalau tradisi leluhur ini tidak akan hilang dari Bumi Pasundan. 

Dalam tradisi ini ada seorang warga yang memasak makanan tradisional dalam jumlah yang banyak. Kemudian dia memanggil pejabat dan semua tetangga untuk makan bersama-sama di rumahnya. 

7. Tari Jaipong

Tari Jaipong adalah tarian yang muncul pertama kali di Suku Sunda. Popularitasnya semakin meningkat saat banyak lagu dangdut mengadopsi musik ala Jaipongan yang perintis pertamanya adalah Goyang Karawang yang dinyanyikan oleh pedangdut Lilis Karlina. 

8. Sistem Kekerabatan

Dalam keluarga Sunda, biasanya bapak bertindak sebagai kepala keluarga. Ikatan kekeluargaan yang kuat dan peranan agama Islam sangat mempengaruhi adat istiadat dalam mewarnai kehidupan masyarakat Sunda. 

Kebiasaan masyarakat suku Sunda dikenal dengan adanya Pancakaki yaitu sebagai istilah untuk menunjukkan hubungan kekerabatan. 

Kemudian, dalam bahasa Sunda terdapat kosa kata silsilah yang memiliki pengertian kurang lebih sama dengan kosa kata di silsilah bahasa Indonesia. 

Masyarakat Sunda juga menerapkan etos dan sifat mawas diri, dimana hal itu diperlukan supaya tiap masyarakatnya sadar sehingga tidak melakukan sesuatu yang melebihi batas. 

Demikianlah kami sampaikan mengenai daya tarik adat istiadat suku Sunda dan kebudayaannya untuk pembaca yang budiman. Semoga informasi ini bisa memberikan manfaat kepada bangsa dan negara. Amin. 

Leave a Reply

Your email address will not be published.