8 Adat Istiadat Suku Melayu Yang Wajib Diketahui

Dari berbagai macam suku bangsa di Indonesia, setiap suku memiliki adat istiadat, kebudayaan sendiri yang khas dan berkarakter.

Suku Melayu adalah suku yang mendiami kepulauan Sumatera sampai Kalimantan. Oleh karena itu, negeri Malaysia sangat dekat lokasinya dengan Pulau Sumatera. Selain itu, suku Melayu adalah suku terbesar di tanah air setelah suku Jawa.

Kita harus bangga dengan berbagai suku budaya, karena negara kita berasaskan Pancasila yang sangat menjunjung tinggi setiap suku bangsa dan tidak membeda-bedakan setiap ras, agama dan suku. Salah satunya adalah Suku Melayu.

Adat Istiadat suku Melayu Indonesia menjadi sebuah warisan tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat Melayu secara alami. Adat Istiadat ini disebut juga sebagai suku pesisir karena memang banyak mendiami daerah pesisir pantai. Biasanya yang berprofesi sebagai nelayan.

Lagu lancang kuning adalah lagu Melayu yang terinspirasi dari semangat para nelayan yang pergi kerja di malam hari dan pulang di pagi hari, dengan membawa hasil laut kita yang kaya.

Sumatera Utara menjadi salah satu daerah atau tempat masyarakat Melayu yang berkembang sampai ke anak cucu, dari generasi ke generasi. Salah satu simbol suku Melayu yang ada di Medan adalah Istana Maimun dan Masjid Raya Al Ma’sum.

Adat Istiadat Suku Melayu

Yuk, kita simak adat istiadat suku Melayu yang wajib kamu ketahui :

1. Adat Istiadat Suku Melayu

Suku Melayu sangat terkenal dengan masyarakatnya yang memiliki sikap sopan santun dan ramah kepada semua orang. Sikap ini sudah menjadi adat istiadat yang sudah lama ada dari Suku Melayu.

Adat Istiadat suku Melayu terbagi menjadi 3, yaitu adat istiadat yang tidak bisa diubah karena ketentuan agama, adat istiadat yang dibuat oleh penguasa dan adat teradat.

Adalah teradat adalah konsensus yang sudah ditentukan bersama sebagai pedoman dalam setiap kehidupan bermasyarakat dan penentuan sikap dalam menghadapi sebuah masalah di lingkungan.

2. Panggilan dalam keluarga Inti

Adat istiadat dalam panggilan saudara di keluarga suku Melayu adalah :

  • Anak pertama dipanggil dengan sebutan iyong atau sulung
  • Anak kedua dengan sebutan ngah/ongah
  • Anak ketiga atau yang ditengah dipanggil dengan sebutan cik
  • Anak yang paling bungsu dipanggil dengan sebutan cu atau ucu.

Kalau di Sumatera Selatan, biasanya anak pertama dipanggil uwak dan anak paling bungsu dipanggil Cik atau Uju oleh keponakannya.

Panggilan khas dalam keluarga Melayu sering dijumpai dalam masyarakat Melayu Riau maupun di Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu sampai Kepulauan Bangka Belitung.

3. Tradisi Pakaian Melayu

Ada ungkapan Melayu mengatakan “ adat memakai yang sesuai, adab duduk yang elok dan adat berdiri tahu diri”.

Ungkapan ini mengandung makna yang tersirat, artinya memberi petunjuk bahwa manusia harus bisa meletakkan sesuatu pada tempatnya, berperilaku baik menurut alur dan tempatnya.

Masyarakat Melayu meyakini bahwa sesuatu yang dipakai harus sesuai dengan tempatnya dan sesuai juga dengan menurut ketentuan adat yang berlaku. Oleh karena itu, masyarakat Melayu memilih pakaian yang sesuai dengan diri dan kedudukannya.

4. Berpantun

Dalam adat dan istiadat budaya Melayu, pantun sangat melekat. Pantun adalah salah satu cara berkomunikasi untuk menyampaikan maksud dan tujuan dengan lebih sopan dan halus.

Masyarakat Melayu sangat mudah merangkai kata untuk disusun menjadi sebuah pantun yang indah dan sangat berkesan. Tapi saat ini pantun sudah jarang bisa dilakukan oleh masyarakat Melayu. Khususnya anak muda.

5. Tradisi Berkapur Sirih

Tradisi berkapur sirih adalah tradisi yang sejak lama sudah ada dikalangan masyarakat Melayu. Berkapur sirih adalah tradisi makan sirih yang diramu dengan kapur dan pinang.

Biasanya tradisi ini dilakukan dalam upacara pernikahan atau upacara pengobatan tradisional.

Sirih junjung dihias cantik sebagai bentuk barang hantaran pengantin dan sirih penyeri untuk pengantin wanita.

6. Tradisi Pernikahan

Tradisi pernikahan pada adat Melayu memang terkesan rumit dan terlalu sakral. Karena menurut masyarakat Melayu saat seseorang akan menikah, maka dia harus meminta restu kepada kedua orang tua dari kedua belah pihak.

Selain itu, sebelum akad nikah berlangsung, pengantin wanita dilarang keluar rumah dan bepergian selama satu minggu. Karena itu merupakan aturan adat yang harus dijalani.

Masyarakat Melayu juga meyakini kalau seorang calon pengantin keluar rumah pada saat mendekati hari pelaksanaan akad nikah, maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan yang akan membuat acara akad nikah bisa terganggu, bahkan bisa sampai batal.

Ada beberapa tahapan persiapan pernikahan yang wajib terlaksana pada saat prosesi pernikahan berlangsung. Misalnya meminang, mengantar tanda, mengantar belanja, menjemput, berendam, berinai, khatam Quran dan akad nikah.

7. Tradisi Tepuk Tepung Tawar

Adat istiadat tepung tawar ini menjadi salah satu tradisi penting dalam masyarakat Melayu. Tujuannya adalah untuk mendoakan keberhasilan seseorang. Biasanya tradisi ini menjadi salah satu rangkaian dengan beberapa tradisi upacara adat lainnya.

Misalnya, pernikahan, khatam Quran, syukuran, peresmian atau prosesi upacara adat lainnya. Beberapa peralatan yang digunakan dalam upacara ini adalah:

  • Bedak sejuk dengan campuran air perenjis, yang artinya sebagai peneduh jiwa.
  • Berbagai macam dedaunan khusus. Misalnya Daun Sitawa, Sidingin, Juang-juan, Ati-ati dan Gandarusa. Semua daun-daun tersebut diikat dengan benang 7 rupa dan bermanfaat sebagai penangkal penyakit.
  • Beras tabur sebagai lambang pemberian berkat dan doa dari semua orang.
  • Berbagai macam bunga yang cantik seperti bunga rampai, bunga melati, mawar, pandan dan inai yang dicampur dengan air wangi dan gambir. Ramuan yang sudah dicampur tersebut bermanfaat untuk menyatukan keluarga supaya hidup sakinah.

8. Tradisi Kematian

Adat istiadat suku Melayu juga memiliki tradisi kematian. Proses yang dilakukan pihak keluarga akan menyampaikan kabar duka cita ini kepada tokoh masyarakat dan aparatur pemerintah serta tetangga sekitar.

Selain itu, alat komunikasi tradisional yang bernama Bedug di masjid juga dibunyikan dengan nada yang khas. Masyarakat dengan sendirinya akan mengetahui bahwa ada salah satu penduduk yang meninggal dunia.

Biasanya masyarakat Melayu akan menghentikan semua aktivitas yang sedang dikerjakan dan sesegera mungkin datang melayat. Mereka biasanya datang membawa beras dan makanan pokok lainnya.

Ada juga yang datang langsung membaca Surat Yasin di samping mayat. Lalu ada yang menunjukkan bela sungkawa dan duduk  bersama pelayat lainnya sambil menunggu waktu pelaksanaan penguburan.

Biasanya acara penguburan dilakukan pada siang hari, yaitu pukul 14.00 sampai 16.00.

Demikianlah kami sampaikan mengenai 8 Adat Istiadat Suku Melayu yang wajib diketahui, karena memang adat istiadatnya sangat bagus dan menghormati siapapun.

Hal ini membuktikan bahwa budaya ketimuran kita adalah budaya yang mulia dan lebih baik dari budaya Barat yang merusak dan menggerus sendi-sendi kehidupan kita, sebagai warga masyarakat yang sangat menjunjung tinggi sopan santun dan saling menghormati.

Leave a Reply

Your email address will not be published.